Trader Pemula

Perbedaan Trader Pemula & Profesional

Perbedaan antara trader pemula dengan trader yang sudah berlabel profesional tentunya banyak, tapi yang utama bahwa new trader ini ketika mereka masuk ke forex yang mereka pikirkan adalah berapa banyak uang yang bisa mereka hasilkan dengan trading forex itu. Sedangkan trader propesional yang mereka pikirkan adalah berapa banyak kerugian yang bisa mereka alami.

Disini bisa kita garisbawahi bahwa trader baru berpikir tentang profit, berapa besar berapa banyak profit yang mungkin bisa mereka hasilkan? Sedangkan trader profesional ini lebih mengdepakkan tentang pentingnya risk keamanan dari account trading mereka. Nanti anda akan tau jawabannya mengapa di pembahasan berikutnya.

Trader propesional menyadari bahwa tidak selamanya analisis mereka ini selamanya tepat, tidak selamanya harga bergerak sesuai dengan keinginan, ada kalanya harga berlawanan, ataupun mereka salah posisi trading. Karena mereka tahu ada kalanya lost, mereka siap untuk menerima lost ini. Kemudian memanage loss ini secara tepat, sehingga account trading mereka tetap aman, gak sampai habis karena lost ini.

Saya ambil contoh kasusnya bahwa trader kebanyakan adalah tidak siap untuk menerima sebuah loss. Kita contohkan disini : trading ke 1 berhasil profit $100, trading ke 2 berhasil profit $90, trading ke 3 berhasil profit $50, trading ke 4 berhasil profit $60, namun di trading ke 5 ini ternyata dia salah analisa, pergerakan harga berlawanan dengan posisinya, otomatis floating negative.

Ketika floating negative semakin besar, trader ini tidak siap untuk menerima sebuah loss, akhirnya posisi ini dibiarkan dan terus berharap harga berbalik sesuai dengan posisi tradingnya, namun akibatnya apa? Harga justru semakin jauh, floatingnya semakin besar, terpaksa di close karena account nya semakin habis, dan margin nya tidak mencukupi lagi. Trade ke 5 ini berakhir dengan loss -$900.

Kita bisa melihat akibatnya apa? Kerugiannya sangat besar. Kerugian ini justru memakan profit profit yang sudah di dapat. Kadang kala bahkan sampai menghabiskan account yang di miliki. Inilah salah satu contoh penggunaan dari risk management yang tidak tepat. Contoh ini sering terjadi disebagian besar trader, terutama untuk trader pemula. Mereka belum siap untuk menerima sebuah loss dan mereka juga belum mampu memanage resiko ini secara tepat. Dari contoh kasus tadi bisa saya garis bawahi bahwa kemampuan memanage resiko dengan baik merupakan kunci sukses jangka panjang.

Bagaimana cara membatasi kerugian ini agar tidak semakin besar? Tentunya kita bisa menggunakan Stop Loss. Stop loss ini berfungsi untuk memotong kerugian kita agar tidak semakin membesar. Saya sering mendapat pertanyaan tentang stop loss ini. Ada beberapa trader yang menanyakan bahwa ketika mereka menggunakan stop loss, sering kali stop loss ini duluan terkena dari pada taking profitnya. Katakanlah mereka melakukan buy dengan taking profit 30 point dan stop loss nya 30 point juga. Ketika trading dilakukan justru stop loss ini yang terkena duluan dari pada take profitnya. Kasus seperti ini mungkin juga dialami trader lainnya, bahwa ketika trading menggunakan stop loss justru lebih sering loss nya dari pada profitnya.

Jawaban saya sederhana saja, bahwa ketika trader ini buy, justru kemudian stop loss nya kena duluan. Mengapa pada waktu itu tidak melakukan sell saja. Jika sell yang dilakukan tentunya taking profitnya akan terkena lebih dahulu. Jadi bisa disimpulkan bahwa bukan karna kita menggunakan stop loss kemudian kita menjadi sering loss, namun analisa trading kita ini yang belum tepat, belum bisa memprediksi secara tepat pergerakan harga yang akan datang. Jadi bukan karena kita menggunakan stop loss ini.

Ketika kita masuk ke forex trading, terjun di bisnis forex ini kita harus menyadari loss adalah bagian dari trading. Tidak selamanya kita akan profit, ada kalanya kita salah prediksi, kemudian harga bergerak berlawanan dengan keinginan kita. Saat itu terjadi, kita harus siap dengan loss ini.

Saya ambilkan contoh kasus lainnya, katakanlah saya punya analisa tentang harga bahwa harga ini akan naik, maka saya akan melakukan buy. Seiring dengan waktu ternyata analisa saya ini salah, harga bergerak sebaliknya, harga semakin turun, otomatis saya dalam posisi floating negatif. Karena saya tidak siap menerima loss, saya biarkan saja posisi ini dengan harapan bahwa harga akan segera berbalik naik sehingga posisi yang tadi loss berubah menjadi positif. Berikutnya apa yang terjadi? Harga justru turun semakin dalam, posisi trading disini sudah semakin besar loss nya, saya akan semakin berat untuk menutup transaksi ini.

Sudah terbayang profit-profit yang susah saya kumpulkan, akan habis apabila posisi ini saya closing, makanya posisi ini saya biarkan saja dengan terus berharap dan berdoa agar harga ini berbalik naik ke atas sehingga saya tidak jatuh loss. Namun selanjutnya apa yang terjadi? Harga ternyata semakin dalam turunnya dan akhirnya saya kena margin call. Inilah realita yang sering terjadi di trader-trader baru. Mereka tidak menyadari bahwa loss adalah sebagian dari trading, sehingga mereka tidak siap untuk menerima sebuah loss atau pun kerugian.
Sumber : Broker Forex Terbaik Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *